Kasus Hilangnya Bocah 11 Tahun di Kyoto Berujung Tragis, Ayah Tiri Diduga Akui Pindahkan Jenazah Berkali-kali

19 Apr 2026 • 18:08 iMedia

HALLYUZONE.COM – Kasus hilangnya Adachi Yuki, bocah berusia 11 tahun di Kyoto, Jepang, memasuki babak baru yang kelam setelah aparat kepolisian mengungkap perkembangan terbaru dalam penyelidikan.

Yuki dilaporkan hilang pada pagi 23 Maret setelah diantar ke sekolah oleh ayah tirinya. Setelah pencarian selama beberapa pekan, jasadnya ditemukan pada 13 April di area hutan sekitar 3 kilometer dari Sonobe Elementary School, tempat ia bersekolah.

Menurut kepolisian, sebuah sepatu kets hitam yang diduga milik Yuki ditemukan di lokasi terpisah, sekitar 6 kilometer dari tempat jasadnya ditemukan, bersama tas sekolahnya. Saat ditemukan, Yuki masih mengenakan pakaian yang sama seperti terakhir kali ia terlihat hidup.

Laporan polisi menyebut tidak ditemukan luka luar yang jelas pada tubuh korban, seperti luka tusuk, dan pakaian yang dikenakan juga tidak dalam kondisi rusak. Hingga kini, penyebab kematian Yuki masih dalam penyelidikan.

Setelah jasad korban ditemukan, Kepolisian Prefektur Kyoto memeriksa sejumlah anggota keluarga serta menggeledah rumah dan properti tempat Yuki tinggal bersama keluarganya di Nantan, Prefektur Kyoto.

Usai meninjau rekaman dan bukti yang ada, polisi menangkap Adachi atas dugaan menelantarkan jasad anaknya. Sumber investigasi kemudian menyebut pria itu telah mengakui membunuh putranya dan memindahkan jasad Yuki beberapa kali selama proses pencarian berlangsung untuk menghindari deteksi polisi.

Adachi kini telah dilimpahkan ke jaksa penuntut umum, sementara penyelidikan terkait penyebab kematian Yuki masih terus berlanjut.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya