Pernyataan Presiden Ticketmaster Soal Antrian Tiket Picu Sorotan Baru di Tengah Gugatan Kelas
HALLYUZONE.COM – Ticketmaster kembali menjadi sorotan setelah pernyataan Presiden Ticketmaster, Saumil Mehta, memunculkan pertanyaan baru soal sistem antrean pembelian tiket di platform tersebut.
Ticketmaster selama ini dikenal sebagai salah satu perusahaan penjualan dan distribusi tiket terbesar di dunia. Namun, perusahaan ini kerap menuai kritik, termasuk terkait biaya tambahan dan pengalaman pembelian tiket yang dinilai tidak selalu adil bagi penggemar.
Belakangan, Ticketmaster juga tengah menghadapi gugatan class action terkait sejumlah biaya di situsnya. Di tengah situasi itu, komentar terbaru dari Mehta justru menambah kekhawatiran publik mengenai cara kerja antrean tiket.
Selama ini, banyak pengguna beranggapan bahwa posisi antrean saat penjualan tiket dibuka bersifat acak. Di berbagai layanan tiket, termasuk AXS, sistem waiting room dan antrean biasanya dijelaskan sebagai mekanisme untuk memberi kesempatan yang adil bagi penggemar. Namun, asumsi tersebut tampaknya tidak berlaku sama di Ticketmaster.
Pada 13 Mei, Mehta menanggapi pertanyaan seorang pembeli tiket di platform X yang menyoroti sistem antrean. Dalam balasannya, ia menyebut tidak menemukan dokumentasi yang menyatakan posisi antrean dibuat secara acak.
Pernyataan itu sontak memicu perdebatan baru di kalangan penggemar. Banyak yang mempertanyakan bagaimana sebenarnya urutan antrean ditentukan, termasuk apakah sistem tersebut memberi keuntungan kepada akun tertentu, reseller, atau pihak yang menggunakan banyak akun untuk mengakses tiket lebih cepat.
Sejumlah warganet juga menilai sistem tersebut selama ini tidak benar-benar transparan. Mereka mendesak Ticketmaster untuk memberikan penjelasan lebih jelas agar pembeli tiket memahami bagaimana antrean diproses dan bagaimana peluang mendapatkan tiket ditentukan.
Di tengah tuntutan agar lebih transparan, pernyataan Mehta dinilai bisa memperkuat kritik terhadap Ticketmaster, terutama karena isu serupa sudah lebih dulu memicu kemarahan penggemar dan mendorong gugatan hukum yang masih berjalan.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya