Pengacara Kim Soo Hyun Ungkap Kejanggalan Sumber Audio dalam Kontroversi Kim Sae Ron
HALLYUZONE.COM – Pihak aktor Kim Soo Hyun saat ini tengah menempuh jalur hukum dan mengajukan gugatan ganti rugi terhadap Kim Se Ui, pimpinan Garosero Institute, terkait kontroversi yang melibatkan mendiang Kim Sae Ron.
Di tengah proses tersebut, muncul sorotan baru mengenai sosok informan yang disebut menyerahkan rekaman suara berisi dugaan manipulasi AI, salah satu bukti utama dalam kasus ini.
Kuasa hukum Kim Soo Hyun, Ko Sang Rok, mengungkapkan dalam sebuah wawancara radio MBC pada 28 Mei bahwa informan tersebut bukan sosok yang dapat dipercaya. Ia menyebut ada sejumlah klaim janggal dan tidak masuk akal yang selama ini kerap diucapkan oleh orang tersebut.
Menurut Ko, informan itu pernah menyampaikan cerita-cerita yang terkesan dibuat-buat, termasuk klaim bahwa dirinya diserang oleh pembunuh bayaran yang disebut diutus Kim Soo Hyun, hingga mengaku mendapatkan dukungan langsung dari aktor Won Bin setelah kejadian itu.
Ko menilai rangkaian pernyataan tersebut menunjukkan adanya narasi konspiratif yang sangat berlebihan. Ia juga menyoroti bahwa kehadiran Won Bin dalam cerita itu semakin memperkuat kesan tidak masuk akal dari pernyataan informan.
Keraguan terhadap kredibilitas informan juga, kata Ko, terlihat dari rekaman audio yang diserahkan. Ia menjelaskan bahwa beberapa versi rekaman yang telah digabung dan disebarkan tidak menunjukkan alur percakapan yang konsisten, bahkan mengandung sejumlah kesalahan penting.
Selain itu, informan tersebut disebut menghilang tanpa menyerahkan file asli kepada pihak berwenang. Padahal, file asli dibutuhkan untuk memastikan apakah rekaman itu mengalami manipulasi atau tidak.
Berdasarkan sejumlah kejanggalan itu, aparat penyelidik menilai rekaman yang dibawa pihak Kim Se Ui sangat mungkin telah dimanipulasi menggunakan teknologi AI.
Pihak Kim Soo Hyun juga menyebut dampak kerugian dalam kasus ini jauh lebih besar dari perkiraan awal. Ko mengungkapkan bahwa gugatan senilai 12 miliar won telah diajukan segera setelah insiden ini mencuat, namun nilai kerugian ekonomi yang dihitung ulang kini disebut jauh lebih tinggi.
“Berdasarkan materi yang telah diserahkan kepada penyidik, kerugian mencapai sekitar 30 miliar won,” ujar Ko. Ia menambahkan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan untuk menaikkan nilai gugatan jika diperlukan.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya