Penggemar Ungkap Sisi Gelap Sasaeng K-Pop: Terorganisasi, Dehumanisasi Idol, dan Berburu Informasi

17 Apr 2026 • 00:49 iMedia

HALLYUZONE.COM – Sebuah unggahan di forum K-Pop kembali menyoroti sisi gelap dunia fandom ekstrem, yakni perilaku sasaeng yang kerap melanggar batas privasi idol.

Dalam unggahan tersebut, seorang penggemar menceritakan pengalamannya setelah bergabung dengan sebuah grup chat yang berfokus pada ENHYPEN, khususnya Jay. Ia menyebut komunitas itu bekerja layaknya sebuah organisasi dengan struktur hierarki yang rapi.

Menurut penuturan penggemar itu, ada anggota yang bertugas mengumpulkan dana untuk memperoleh informasi sensitif, seperti detail penerbangan, hotel, hingga jadwal yang belum dipublikasikan. Dana juga digunakan untuk mengirim anggota tertentu ke lokasi-lokasi yang disebut sebagai “camp”, yakni area sekitar asrama, hotel, atau bandara.

Ia menambahkan, kelompok tersebut memiliki jaringan di berbagai kota besar dengan koordinasi berlapis. Saat ENHYPEN mengumumkan comeback, para pemimpin grup disebut menentukan target pembelian album yang harus dipenuhi anggota. Jumlah pembelian itu kemudian menjadi penentu peran seseorang di dalam komunitas.

Setelah membeli album dalam jumlah tertentu melalui jaringan itu, akun para anggota diduga dipakai untuk mengamankan pembelian tiket fansign dengan peluang lebih besar. Kelompok tersebut juga disebut membeli tiket dalam jumlah besar untuk dijual kembali kepada pihak yang bersedia membayar lebih mahal, di luar praktik calo tiket pada umumnya.

Salah satu poin paling mengkhawatirkan dari cerita itu adalah bagaimana idol dipandang semata-mata sebagai sumber daya, bukan sebagai manusia. Dalam pandangan pengunggah, ketika sisi kemanusiaan seorang idol dihapus, tindakan invasif seperti itu seolah menjadi “masuk akal” bagi kelompok tersebut.

Unggahan itu pun memicu banyak respons di media sosial. Sejumlah warganet mengaku terkejut sekaligus prihatin karena praktik sasaeng disebut kerap terjadi secara sistematis dan normal di sebagian komunitas fandom.

Meski akhirnya dikeluarkan dari grup tersebut, pengunggah mengaku pengalaman itu memberinya gambaran lebih dekat tentang cara kerja jaringan sasaeng dari dalam.

Fenomena ini kembali mengingatkan bahwa popularitas idol kerap diiringi risiko pelanggaran privasi yang serius, dan batas antara dukungan penggemar serta perilaku obsesif bisa dengan mudah dilampaui.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya